Countdown To Hana & Adji's Wedding Day | A day to Remember Forever

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Maafkan Aku - Blogger




Dear Para Blogger,

Maafkan ketidak aktifan ku di blog ya dalam beberapa bulan lalu.
Kesibukan yang membuat ku jarang menulis blog.
Maafkan komentar-komentar yang jarang terbalaskan, karena blog ini sering tidak aktif.

Kini, 
Aku kembali...
Untuk menata blog web ku yang sudah lama tidak beroperasi.
Dukung aku di content-content berikutnya


Saran dan kritik dari teman-teman, akan memudahkan ku untuk memberikan content-content yang menarik..
Love you all..... :-)


Budget Pernikahan




Tentang Budget
untuk Acara Pernikahan  

Hampir sebagian besar dari kita yang ingin menikah, selalu memikirkan butuh budget besar untuk melangsungkan pernikahan yang diimpikan, sehingga menjadi momok yang sangat menakutkan karena hal ini pulalah yang menghambat sebagian orang untuk menikah dalam usia muda.

Disamping dari kesiapan dari pribadi masing-masing orang, kesiapan dalam menyiapkan dana juga merupakan bagian sangat penting. Biasanya hal ini menjadi sangat banyak mengeluarkan dana, karena adanya keinginan dari Pihak Calon Pengantin sampai dengan keinginan Orang Tua si Calon Pengantin. Pada dasarnya tentu orang tua ingin merayakannya sebagai bentuk suka citanya dalam menyambut kebahagiaan baru untuk anak-anaknya.

Sudah hal yang umum pula di Indonesia bahwa nikahan itu menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Saya sadar diri bahwa keluarga saya tidak kaya raya bergelimang harta, karena itu budget selalu jadi batasan dalam berbagai hal. Kalau dana yang dipunya terbatas, biasanya gimana?
·        Pakai Tabungan. Buat yang punya tabungan, bisa dibilang uangnya ada. Tapi buat saya, menghabiskan semua tabungan saya demi acara pernikahan yang wah bukanlah pilihan. Buat saya kehidupan setelah acara pernikahan jauh lebih penting, untuk jangka panjang pula. Saya memilih menyisakan tabungan saya, untuk nambah-nambahin DP rumah atau tabungan haji atau biaya sekolah anak nantinya.
·        Pinjam Uang. Bukan hal yang baru memang, banyak banget yang ternyata minjam uang untuk mengadakan resepsi pernikahan, entah itu buat pernikahan yang sederhana sekalipun ataupun mau yang lebih mewah dibanding kemampuan ekonominya.
·        Tekan Budget. Biaya pernikahan itu sebenarnya bisa banget ditekan di sana-sini. Kudu pandai-pandai ngatur dan memilih aja, agar walau biayanya ditekan tapi hasilnya masih sesuai dengan harapan.

Prioritas tiap orang beda-beda. Kalo saya dan pasangan lebih memilih untuk menekan budget di sesi photo pre-wedding, karena hal ini masih bisa handle sendiri, untuk gedung tempat acara kebetulan dipermudah karena Orang Tua saya ada bisnis di lingkup area Sekolah nya. Sangat bersyukur dan pastinya dipermudah sama Allah, itu yang perlu diingat guys. Karena sesuatu yang kita ingin lakukan sangat di ridhoi Allah, yang Insya Allah juga akan dipermudah jalannya.
Bingung apa aja biaya yang bisa ditekan? Yuk mari lanjut baca, hehehe…
1.       Wedding Organizer (WO). Hire WO butuh biaya. Kalau mau hemat, bisa skip WO, jadi persiapan pernikahan semuanya diatur sendiri bersama pasangan dan keluarga. Biasanya Wedding Planner akan membantu si Calon Pengantin mulai dari Pendaftaran KUA, desain undangan, penawaran souvenir sampai dengan lokasi acara. Untuk saya sendiri tidak menggunakan jasa Wedding Planner, karena ini butuh dana yang cukup besar diluar dari dana-dana yang harus kita keluarkan.
2.       Administrasi KUA. Ini biasanya sudah ada aturannya biayanya berapa, jadi ga bisa dipangkas ya biaya wajibnya. Sebelum ke KUA, kalian harus surat izin menikah dengan TTD kalian dan Orang Tua ke RT, RW, Puskesmas, Kecamatan, Kelurahan barulah terakhir ke KUA. Kenapa ke Puskesmas?? Karena saat ini sebelum diadakannya pendaftaran, calon pengantin harus mengikuti proses test kesehatan, dari cek darah sampai dengan imunisasi TT (tambahan untuk perempuan – si calon Ibu, ada test psikotes kejiwaan kondisi kita di 3bulan terakhir). Untuk proses di Puskesmas, tidak perlu khawatir, karena kita hanya dikenakan biaya pendaftaran Rp. 2.000 saja, segala bentuk test yang dijalani tidak dibebankan biaya. (kecuali hasil dari test medical checkup nya dinyatakan butuh tindakan urgency, biasanya ada pengobatan dulu untuk dijalankan) barulah nanti akan dapatkan Sertifikat siap menikah. Saran saya, lakukan proses ini min. 6 bulan sebelum menikah, untuk menjaga-jaga jika dibutuhkannya proses pengobatan dahulu, masih ada waktu yang cukup.
3.       Venue Akad Nikah. Kebanyakan orang ngadain akad nikah di masjid. Buat pake masjid ini bisa jadi ada biayanya, entah memang ada aturannya sekian atau berupa infaq seikhlasnya aja. Lalu mendatangkan penghulu ke masjid juga ada biayanya. Mau pangkas biaya ini? Akad nikahnya di KUA aja, gratis. Saya pribadi mengambil proses dilangsungkannya Akad Nikah di Masjid, agar terlihat lebih sacral dan syahdu.
4.       Rangkaian Acara. Kadang acara nikahan itu ga cuma akad nikah dan resepsi. Apalagi yang melibatkan prosesi adat. Makin banyak acaranya, ya makin gede biayanya, hehe. Jadi kalau dana terbatas ga usah dibikin ribet, akad dan resepsi 1x aja juga udah cukup. Saya pun juga menentukan proses Akad, Adat, dan Resepsi Pernikahan dilakukan di hari yang sama.
5.       Jumlah Tamu. Ini menentukan banget dan sangat mempengaruhi budgeting pernikahan. Makin banyak tamu yang mau diundang, makin gede juga biayanya, karena erat banget kaitannya sama konsumsi dan venue acara.
6.       Konsumsi. Bagian ini biasanya yang menghabiskan biaya paling banyak. Sekian undangan, artinya sekian tamu dan sekian pack konsumsi. Untuk menekan biaya konsumsi, opsinya kurangi jumlah tamu atau pilih katering yang harganya terjangkau. Mau masak rame-rame di rumah juga OK jika memang sumber daya memungkinkan.
7.       Venue Resepsi. Kalau sewa gedung yang memang sering dipakai untuk acara pernikahan, biasanya biayanya juta-juta. Kalau mau gratis, bisa di rumah sendiri, tapi kendalanya biasanya tempatnya sempit dan repot banget. Opsi lain bisa cari gedung yang lebih murah. Oia makin banyak tamu, artinya butuh tempat yang lebih luas. Tapi luas tempat tidak selalu berbanding lurus dengan biayanya. Kebetulan seperti cerita saya diatas, Saya sendiri menentukan acaranya di tempat yang sama Masjid dan Aula nya kami fungsikan.
8.       Dekorasi. Dekorasi juga biayanya besar. Kalau mau dekorasi seperti yang sering dilihat di Instagram ya biayanya pasti mahal. Budget ga sampai, ya pilih dekorasi yang penting-penting aja. Jika dana terbatas, bisa cari bunga-bunga imitasi, karena jika dengan bunga asli, biayanya cukup besar.
9.       Pakaian Pengantin. Beragam banget ya pilihan dan biayanya. Mau bikin, mau sewa, atau mau bikin baru tapi selanjutnya disewakan; bebas. Tinggal sesuaikan mana yang lebih masuk ke budget. Mau bikin pakaian nikahan dijahit sendiri juga bisa. Kalau saya kebetulan untuk baju pernikahan, dihadiahkan oleh orang tua saya sebagai bentuk kenangannya dari mereka berdua.
10.   Pakaian Seragam. Nikahan itu kayaknya momen penting banget untuk bikin pakaian seragam. Yang diseragamin juga ga cuma keluarga inti, tapi juga keluarga besar, hingga teman-teman mempelai yang dijadiin bridesmaids dan groomsmen. Kalau saya dulu sih ga ada bridesmaids dan groomsmen. Pakaian seragam keluarga pun beli bahan yang masih terjangkau. Untuk beberapa teman dekat saya dari perkuliahan hingga kerja saja yang saya belikan berbentuk outer kebaya, sehingga mereka pun bebas memilih pakaian apa yang akan dikenakannya nanti.
11.   Cincin Kawin. Ini wajib ga ya? Hehe. Kalau mau murah ya ga perlu maksa pake cincin emas berlian, hihi.. tapi ini tanggung jawab utama si Pria ya.. J
12.   Make Up Artist (MUA). MUA yang beken pastilah mahal. Kalau mau murah bisa cari MUA yang ga gitu ngetop, pinter-pinter milih aja mana yang cocok. Bisa juga nekan biaya dengan mengurangi jumlah orang yang didandani mungkin ya, misal cukup dandanin pengantinnya aja, yang lain dandan sendiri aja.
13.   Fotografer dan Videografer. Paket foto dan video nikahan ini beragam sekali harganya. Video biasanya lebih mahal dari foto. Fotografer ini banyak banget sebenarnya, yang profesional ada, yang freelance juga ada. Apalagi zaman sekarang biasanya pada jadiin Instagram sebagai portfolionya, makin gampang nyari fotografer bagus dengan biaya terjangkau.
14.   Foto Prewedding. Masih soal foto, foto prewedding ini bisa banget dipangkas biayanya. Ga foto prewedding pun tidak apa-apa. Foto sendiri dengan setup tripod juga bisa dan saya gunakan metode ini untuk menekan budget.
15.   Undangan Pernikahan. Ini juga bisa banget dihemat. Percayalah sebagian besar undangan pernikahan yang dicetak itu berakhir di tempat sampah, hihi. Tambah lagi zaman sekarang orang-orang sudah lebih familiar dengan undangan via dunia maya, bisa dipertimbangkan juga untuk mengurangi biaya cetak undangan. Kalau saya dan pasangan, memilih desain undangannya, mencari bahan mentahnya, proses cetak, sampai tahan gunting-lipat-lem juga dikerjakan sendiri. Repot dan memakan waktu 1 bulan 2 minggu karena kami dua-duanya bekerja, dan setelah pulang kerja kami sibuk dirumah masing-masing untuk lem-leman. Repot sih iya, tapi inilah yang jadi kenangan buat kami berdua, kalau lagi berantem bisa ketawa-tawa sendiri karena kita sibuknya melebihi tukang cetak undangan.
16.   Seserahan. Untuk hal ini, harusnya bisa dicicil 1 tahun sebelum menikah jika terbentur masalah dana. Saya juga melakukan hal ini, dan ikut membantu meringankan beban si pria, karena budget untuk hal ini lumayan dan tidak bisa disepelekan juga. Yang utama untuk mahar, tetap beban utama si Pria. Untuk hal-hal kecil, seperti seperangkat make-up dan peralatan mandi.
17.   Kamar Pengantin. Saya ga tahu seberapa penting, mengisi kamar pengantin dengan perabotannya dan dihias-hias jadi hal yang harus disiapkan juga. Bisa habis juta-juta juga kalau mau yang wow. Dan sebenarnya masih bisa dihemat dengan beli perabotan yang terjangkau dan sewa dekorasinya aja ketimbang bikin.
18.   Souvenir Pernikahan. Waktu saya kecil dulu kalau ada nikahan di kampung saya, ga ada lho yang kasih souvenir. Zaman sekarang sih udah beda, haha. Kalau merasa ga enak banget ga ngasih souvenir, bisa siapin souvenir yang murah meriah aja. Kalau di Jakarta, kalian bisa kunjungi sampai puas di Jatinegara, Asemka, Tebet. Tapi sebelum jam 4 sore ya, karena rata-rata kalau diatas jam 4 sore, toko-tokonya sudah mulai sepi dan khawatir harganya berbeda (yaps.. ajimumpung).
19.   Buku Tamu. Ini saya ga paham seberapa penting, tapi menurut saya ga penting-penting amat, wkwk. Yang dijual dengan harga terjangkau juga banyak,
20.   Hiburan. Kayaknya resepsi nikahan itu hampa ya kalau ga ada iringan musik. Tapi kalau salah pilih, yang ada bikin sakit kuping dan bikin ga nyaman tamu sih, hihi. Mau murah meriah? Bisa dengan MP3 dari laptop aja kok, jadi cuma nyewa sound system.
21.   Premarital Check Up. Ini balik lagi ke masing-masing, merasa butuh atau tidak. Kalau memang ga ada biayanya, skip aja ga apa-apa kok. Paling bahas aja sama calon pasangan kalau begini begitu nanti gimana.
22.   Perawatan Pranikah. Ini ga wajib juga sebenarnya, bisa skip juga. Perawatan sendiri di rumah juga bisa.
23.   Hotel/Penginapan Keluarga. Ini biasanya mesti disiapkan juga untuk keluarga besar sendiri ataupun keluarga besar pasangan jika daerah asalnya berjauhan.
24.   Wedding Package. Untuk hal ini lebih praktis, fungsinya hamper mirip dengan Wedding Organizer, hanya saja untuk persoalan undangan, souvenir sampai proses KUA mereka tidak terlibat. Biasanya dengan wedding package kita sudah difasilitasi dengan yang sudah bekerjasama dengan pihak mereka. Nah, saya dan pasangan memilih wedding package sebagai bala bantuan. Karena ditempat tinggal saya, sangat jauh dari yang namanya Sanggar, Photographer, Makeup-Salon Pengantin, Sound System Rental, dll. Hanya bedanya dengan WO, kita sendiri yang temui satu per satu dan diskusi secara langsung ke pihak-pihak tersebut. Untuk urusan sewa kotak angpaw, beli buku tamu, dekorasi, sampai hias pelaminan sudah tersedia pula. Kebetulan saya banyak mimpi dan ingin ini itu untuk proses pernikahan saya.

Apa lagi ya? Ada yang mau menambahkan?
Saya yakin tiap orang pasti punya impian acara nikahannya seperti apa, tapi ada berbagai kendala yang membuat kita tidak bisa merealisasikan semuanya. Budget hanya sebagian saja. Kadang ada yang pengennya sederhana aja, tapi ditentang keluarga. Dan kendala-kendala lain yang saya ga tahu apa.

Terlepas dari semua itu, seperti apapun acara nikahan orang, ga sepantasnya kita jadikan bahan lawakan apalagi hinaan. Mending kita doakan saja agar pernikahannya dilimpahi keberkahan. Doakan yang baik-baik biar kebaikan yang sama juga balik ke kita nantinya.
Buat yang mau nikah tapi masih merasa terkendala budget, bisa pertimbangkan untuk menekan biaya pernikahannya. Ga usah terlalu mikirin kira-kira gimana kata tamunya nanti. Tapi kalau masih mau lanjut nyariin dananya dulu juga silakan aja sih, hehe. Nanti ga usah pasang ekspektasi terlalu tinggi sehingga kalau ada yang ga sesuai nantinya jadinya ga kecewa-kecewa amat. A wedding is only the beginning. Perjalanan ke depannya masih panjang.

Semangat ya buat yang mau nikah! Semoga dimudahkan dan dilancarkan semuanya.




The Warrior of Love - Chapter I


Awal pertemuan di suatu tempat yang sama. Diawal pertemuan mereka tidak pernah akrab maupun berteman dekat. Pertemuan mereka berdua seperti film tom&jerry, yang setiap bertemu selalu ribut dan saling mengerjai yang sepertinya tidak akan pernah akur.
Sosok Ken adalah seorang pria dari tanah Jawa, dan orang yang sangat akrab dengan semua teman-teman sejawatnya. Sosok Ken dikenal sebagai orang yang loyal dengan sahabat, membantu sesama yang sedang kesusahan. Sedangkan sosok Rea adalah seorang wanita dari tanah Bali. Sosok gadis ini tidak se-famous sosok Ken. Rea anak yang sulit bergaul, sedikit pemilih dalam berteman, sehingga orang yang baru kenal dia pasti akan menganggap Rea adalah sosok yang sombong, angkuh & gadis jutex.
Sebenarnya, sosok Ken dan Rea mempunyai kesamaan yaitu ketika mereka dekat dengan sahabatnya, mereka sama-sama ikut meringankan beban sahabat, periang&banyaknya keisengan yang dilakukan. Hanya yang membedakan adalah, Ken mampu menunjukkan ke akrabannya kepada semua orang, sedangkan Rea tidak bisa lakukan hal seperti itu.
Disatu kesempatan mereka berdua mendapatkan kesempatan untuk nonton film di bioskop yang sedang hits saat itu "Tooth Fairy(Peri Gigi)". Mereka berdua berkesempatan menonton bersama-sama dengan rekan lainnya dikarenakan mereka the best performance di tempat mereka bekerja. Sejak itulah mereka memulai keakraban dengan saling ejek-mengejek (bercanda), iseng (usil).
Dilain kesempatan diadakannya acara all employee ke sebuah tempat untuk mengadakan kegiatan sejenis gathering. Disinilah Ken&Rea menjalin keakrabannya. Entah darimana awalnya, Ken mulai memberanikan diri untuk mendekati Rea dengan cara menaiki Bus yang sama dalam perjalanannya ke acara gathering bersama teman lainnya, yang seharusnya Ken berada di Bus paling awal. 

 Dalam acara tersebut, Ken terlihat beberapa kali mencoba memberikan perhatiannya, seperti membelikan Rujak Bebeg disela-sela peristirahatan perjalanan, duduk disamping bangku Rea, dan lagi-lagi Rea hanya bersikap seolah-olah tak terjadi apapun. Tapi Ken tetap saja bersikap baik di depan Rea, demi mendekatkan dirinya ke Rea. Begitu sampai tempat tujuan wisata, Ken dan Rea pun bersama-sama melakukan kegiatan outbound, jalan bersama-sama ke kebun teh. Sampai acara gathering selesai dan naik bus kembali ke Jakarta, Rea dan Ken juga di dalam satu bus yang sama.



Rea mulai jatuh cinta dengan Ken, Rea mulai menaruh hati kepada Ken  YYY


(bagaimana kelanjutan ceritanya, ikuti terus ceritanya 😇 ) Bersambung. . . . 

terimakasih sudah berkunjung
don't forget to like and share👌

::NEXT:: Indahnya Berbagi

Cerpen Awal Tahun

Yeiy... Selamat Tahun Baru 2017 untuk semuanya 😎😎🎉🎉🎉🎉🎆🎆🎇🎇🎆🎆🎇🎇

Di tahun ini, tepat di tanggal 1 Januari 2017, hubungan yang selama ini masuk ke fase kritis (kalau orang bilang fase kebosanan), penuh drama... 👀 👀  Kenapa?
Sebenarnya hubungan percintaan ku dengan mamas aji belakangan kurang baik, karena suatu hal yang tidak bisa di publish di curhatan kali ini.. ✌😐
Tapi untungnya semua doa dan harapan yang disebutkan dari tanggal 31 Desember 2016 sampai sore hari tepat di tanggal 1 Januari 2017.. doa itu selalu saya dan mas aji panjatkan bersama (udah mirip kayak doa orang lagi wirid sesuatu 😆😆😆😆)

Dengan segala ke iklasan dan sampai2 harus bernazar juga, untuk memuluskan rencana. Tepat jam 18.00 hari Minggu 1 Januari 2017, mas aji datang kerumah, untuk menyelesaikan permasalahan yang sebelumnya tertunda. (perasaannya campur aduk, hampir-hampir nafas di ujung mulut). Mungkin jika dilihat dari luar, hubungan kami terlihat sangat baik dan harmonis, sampai2 orang bilang udah kayak perangko kemana-mana bedua yang sebenarnya ada beberapa masalah yang harus kami tempuh.

Dan beruntungnya berkat rahmat Allah, kemarin jam 18.00 hari Minggu 1 Januari 2017, diselesaikan dengan baik dan kembali normal bahkan jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya. Makasih ya Allah, karena tanpa campur tangan -Mu pun tidak akan bisa semua ini terlaksana. Semoga kedepannya akan jauh lebih manis lagi..


Anyway..ini foto tahun 2016 tepat di tanggal 31 Desember di Kampung Betawi - Setu Babakan (begaya sekalian liat objek untuk prewed.. hehe)




Btw, ini tulisan pertama ku di tahun 2017, akan lebih sering lagi untuk post2 diary.. Semoga bisa menginspirasi.. 😆
HAPPY NEW YEAR 2017 EVERYONE... 
🎇🎇🎇🎇🎇🎇🎆🎉🎉🎈🎈🎆🎆🎇🎇🎈🎈🎉

Kehidupan Baru di Tempat Baru

Hi Guys,
Come back again untuk mecoba menulis kembali. Sekarang di kehidupan baru ku, aku fokus untuk mencapai semua yang aku inginkan.



terimakasih sudah berkunjung 😊
terimakasih sudah berkunjung 😊


Rasanya seperti di kejar - kejar dengan waktu. Tapi ini semua aku lakukan untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Dan satu hal sih...aku ga mau buka-buka lagi lembaran lalu, sudah ku tutup rapat, sehingga siapapun tidak boleh membukanya termasuk pasangan ku, ortu ku, kel ku.. ataupun org di masa lalu ku.
Fokusnya aku sekarang nabung, kuliah, kerja, bahagiain org2 yang ku sayang sampai dengan keinginan ku menikah dan mempunyai keluarga sendiri..permudahkan langkah ini ya Allah.. amin


Sekarang diawali dengan pindahnya kerjaan ku, yang sebelumnya di bidang Asuransi, sekarang di bidang Finance, yah.. gak jauh-jauh sih tetap dibidang keuangan (hanya beda fungsi saja). Mau kumpulin uang di tabungan, masih sangat sulit, karena saat ini pun masih aktif kuliah dan masih membutuhkan biaya yang cukup besar kedepannya, mungkin akan mulai nabung saat urusan perkuliahan selesai. hehehe... 😅

Ada teman yang bilang, kok kamu gampang banget sih pindah kerjaan, aku pengen deh bisa pindah kerjaan terus langsung cocok gitu sama kaya kamu Han...

Sebenarnya sih ya, banyak orang bilang omongan itu doa, dan dulu sebelum saya pindah kerja ke tempat yang sekarang tepatnya di tahun 2011 saya berniat seperti orang bernazar, isi niatannya adalah "Ya Allah, jika sampai bulan Agustus 2013, saya tidak mendapatkan perkembangan apapun dari hasil kerja keras saya dikantor ini, berikan saya tekad kuat untuk resign meskipun kerjaan lain didepan mata belum saya ketahui. 

Semua atas izin-Mu pula ya Allah, kalau sekiranya ada perubahan ditengah tahun berjalan, maka saya berjanji untuk fokus dalam pencapaiannya." (kata-kata ini yang selalu saya ucap setiap berdoa dan memulai kegiatan setiap hari) 😊



Dan masuk kepada tahun 2013 tepatnya di bulan Agustus yang dimana saya 4(empat) tahun berada di perusahaan tersebut dan melihat tidak adanya progress kedepannya hingga akhirnya saya nekad untuk berhenti bekerja di perusahaan tersebut (maaf tidak bisa disebutkan nama PT nya apa). Alasan mendasar adalah fase jenuh yang sebenarnya bisa saya atasi, tetapi rasa semangat kerja ini sudah tidak ada disana yang lebih baik saya akhiri tanpa tau akan apa yang hadapi kedepannya, sedangkan posisi saya saat itu juga sedang kuliah. (balik lagi ke kuasaan Allah, tidak boleh di ingkari 😇)



Setelah saya memutuskan berhenti bekerja, saya mencoba suasana baru di bidang yang sama yaitu Asuransi, namun perasaan saya tidak kembali bersemangat, dari situ saya berpikir apa yang salah?? Saya jalani hanya 3 hari dan pindah ke perusahaan Asuransi lainnya lagi. Saya kembali bersemangat namun tidak full 100%, hanya sekedar menjalankan rutinitas kalau bisa di bilang, saya hanya formalitas saja bekerja saat itu. 


Namun tidak sampai 1 (satu) bulan, saya mendapatkan panggilan ke sebuah perusahaan Finance, yang sebelumnya saya tidak pernah kirimkan lamaran, saat saya tanya dapat informasi darimana, ternyata perusahaan tersebut melihat CV saya disalah satu jobseeker ternama. Betapa kagetnya saya saat itu, dan saya bersemangat untuk mencoba jajaki tempatnya. Setelah didatangi, ternyata saya terbentur lamarannya karena saat itu saya sedang berkuliah, dan tanpa sengaja saya menanyakan posisi kerjaan lainnya ada atau tidak yang bisa menerima saya dengan posisi saya kuliah saat itu. (dan CV saya kembali ditahan oleh perusahaan tersebut).

Saya saat itu tidak mengharapkan perusahaan itu kembali, karena saya pikir kecil kemungkinan saya bisa diterima disana, karena sebagian besar harus bisa Bahasa Inggris dan berpendidikan Sarjana saat itu. (hati kecil saya sakit saat itu, dan membathin, kenapa tidak memberikan saya kesempatan dibidang itu)



Dan ternyata setelah 2 (dua) minggu berselang, perusahaan tersebut kembali menghubungi saya dan menawarkan posisi lain untuk saya. Lagi-lagi saya beruntung, posisi kerjaan yang ditawarkan saat itu adalah bidang yang saya gemari, dengan fasilitas full akses internet. Bikin hati penasaran, dan kembali bersemangat mencobanya. 



Setelah penelponan untuk datang interview, ternyata saya masih harus menunggu keputusan, apakah saya layak bekerja disana, dan 2minggu berselang saya di hubungi kembali untuk tanda tangan kontrak dan mengikuti masa trainning selama 6bln, jika dalam waktu 6 bulan tersebut saya bisa mengikuti saya bisa di kontrak 6 bulan lagi atau bahkan permanen.



Alhamdulillah, pencapaian itu didapat. Semua ini bisa terjadi atas campur tangan Allah SWT, doa orang tua dan orang-orang terkasih kita.



Sampai saat ini masih sangat enjoy kerja disini, karena perusahaan ini dikelilingi oleh rekan-rekan yang punya semangat yang sama tinggi dan daya khayal yang tinggi juga, semoga bisa tetap menjadi sumber rezeki yang baik untuk saya dan keluarga besar saya kelak beserta teman-teman sejawatku... 😇 Amiiiin...


Sekian dulu ya curhat nya, kapan-kapan di lanjut lagi dengan topik yang berbeda. Inti pikirkan hal positif terus, berkhayal untuk dalam jangka waktu dengan kita akan berbuat apa, agar proses itu bisa terlaksana sesuai dengan harapan. Jangan lupa percayakan semuanya setelah itu kepada Allah SWT, karena Dia lah yang menentukan.



Semoga cerita kali ini bisa jadi inspirasi positif.


terimakasih sudah berkunjung
don't forget to like and share 👌





:: Artikel Lainnya :: Make Up ::T&T::



hanaqyen. Diberdayakan oleh Blogger.

Motivasi

Focus - Wishes - Trying - Praying

Sponsor